
Saya menjawab, "Orang China, nda semuanya kaya2, saking sampeyan tidak pernah melihat dunia luar" Apakah anda setuju dengan jawaban saya? Kalau anda tidak setuju, berarti anda juga belum melihat dunia luar.
Di dekat rumah saya, kebetulan ngampung sih...Ada juga orang China yang melarat, yang kerjaan nya nyolong, bolak balik masuk penjara kelas maling ayam (Masih mending kalo penjara sekelas Anggodo). Lalu, di daerah Jalan Polisi Istimewa ato Dr. Soetomo ya.., ada sinyo2 yang jualan koran.(dan menjengkelkan). Kalo kalian ke Jakarta, maka kalian akan menjumpai nonik2(cakep pula) yang kerja sebagai waitress di sejumlah restoran di Mal2, terutama Taman Anggrek. Masih mending di Surabaya, mana ada nonik2 cakep yang kerja sebagai pelayan di sebuah restoran, kecuali lagi magang ato kerja praktek, kalo di Jakarta banyak rek.(Menurut pengamatan saya sih).
"Jadi, nda tentu semua orang China kaya2, kan semua orang China (generasi tahun 1900 an) datang ke Indonesia, juga modal baju doang, sama kekuatan tekad (nekad maksudnya), karena di negeri asalnya sono, kehidupan lebih keras dan lebih kejam." Jawabku kepada bibi kos, sambil bersiap-siap untuk memberi kursus 3D di daerah CitraLand. (Tuh kan...Jauh2 dari Siwalankerto ke Citraland juga usaha untuk mencari duit...Kalo sdh kaya ya nda perlu nyari duit. Bik^^)
(Tentu nya diriku juga seorang yang tidak kaya2 amat, tetapi cukup mampu, setidaknya bisa kuliah sampe setingkat Universitas, yang juga harus bersusah payah membuka dan membabat 'alas' dulu untuk meraih kesuksesan. Dan tidak ada seseorang yang secara instan, meskipun orang China ato lebih tepatnya Keturunan Tionghoa, untuk mendapatkan kesuksesan dan kekayaan, kecuali mendapatkan warisan dan meneruskan usaha orang tua nya...Kalo aku sih, ngga ada greget nya kalo nerusin usaha orang tua...Usaha les2an 3D yang ku tekuni tanpa modal dari orang tua coy..^^ Lebih bangga kalo bisa sukses secara mandiri)
Ini nih link les 3D. Mampir2 ya...^^
http://www.facebook.com/photo.php?pid=31735704&l=fec6a82276&id=1301951376